September 2009, bulan yang penuh warna bagi ku. Begitu banyak derita, tawa, sakit, bahagia dan air mata di bulan ini. Ada yang lagi menari diatas sebuah penderitaan, Ada yang berbohong demi pengakuan, Ada yang menyimpan dendam dibalik topeng, Ada yang lari karena takut, Ada yang mengaku merasa bersalah padahal tidak, Ada yang sedang bahagia tapi palsu, Ada yang berharap hidup kan mengulang masa lalu tapi tak mungkin, Ada yang marah, Ada yang menangis, Ada yang tertawa, Ada yang bermulut manis, Ada yang .... ahhh semua begitu rupa-rupa sampai ku tak bisa melukiskannya dengan kata-kata.
Aku jatuh, Aku sakit, Aku menangis, Aku putus asa, Aku ....
Aku tahu Allah Maha Adil, Aku tahu Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk diriku, ku berserah diri pada-Nya, ku pasrahkan semua hidupku pada-Nya, ku tumpahkan semua keluh kesah ku pada-Nya, ku ..... huuufffffhhh.....
Aku sadar, aku bukan siapa-siapa. Aku tahu, aku masih disayang. Aku masih harus banyak belajar tentang arti kehidupan. Aku harus sadar, bahwa tak semua kebaikan yang ku beri akan dibalas bahagia, ada kalanya beberapa orang di luar sana yang tak tahu cara berterima kasih pada sesama. Aku harus pahami itu. Itulah namanya hidup. Hidup ini keras, hidup ini kejam, yang kuat akan tetap bertahan dan yang lemah akan segera musnah. Ini bukan semata kenyataan yang indah, ini adalah sandiwara yang aneh, sandiwara yang memutar balikkan keadaan sampai pada titik puncak kehancuran jiwa.
Ya Allah, tolong bantu aku dari kehancuran jiwa ini.
Ya Allah, tolong bantu dan tuntun aku di jalan-Mu.
Ya Allah, tolong bantu aku mencari kedamaian jiwa.
Ya Allah, tolong bantu aku temukan kebahagiaan ku.
Ya Allah, tolong aku ....

Posting Komentar