Ya Allah mo curhat nih.. hari-hari kemaren ku memang minta diberikan pendamping hidup dunia wal akhirat, dan aku mohon supaya pencarian ku berakhir di 2013 ini. aku sudah merasa sangat membutuhkan pendamping untuk menyempurnakan ibadah ku, menyeimbangkan kehidupan ku, dan membahagiakan keluarga ku.
tapi beberapa bulan belakangan ini, Engkau kirimkan seseorang yang tanpa ku duga mengajak ku kenalan dan ta'aruf. usianya memang terpaut lumayan jauh dari ku (15 tahun). pembawaannya dan cara berpikirnya sangaaaatt dewasa (sesuai dengan yg aku harapkan). tapi sayangnya, ada 1 hal yang membuatku merasa berat. bukan berarti aku tak bersedia dengan konsekuensinya. tapi ku rasa berat untuk mempertahankan pendapat ku di depan PAPA bahwa aku ingin memilih dia untuk jadi pendampingku sekaligus imam bagi ku dunia wal akhirat. Andai waktu dapat diputar ke beberapa tahun yang lalu, ku akan katakan bahwa ku rasa aku telah menemukannya(dia) bukan karena bagaimana dia sebelumnya, tapi bagaimana kami nantinya...
1 yg buat aku salut pada dia. dari awal kenalan sampai sekarang, dia selalu menceritakan secara gamblang tentang kehidupan masa lalunya. mungkin dengan maksud agar aku mengetahui lebih awal tentang dia dan masa lalunya, biar aku gk kaget, dan supaya aku bisa memikirkan kembali kelanjutan dari perkenalan ini. yang pastinya supaya aku bisa menerima dia dan masa lalunya dengan ikhlas dan tanpa paksaan.
Status Duda anak 1, pernah berumah tangga hanya 2 tahun, pisah awal 2004 dan berakhir dengan keputusan sidang cerai pertengahan 2005, usia anaknya sekarang hampir 10 tahun, pekerjaan wirausaha, pendidikan S1 teknik sipil, berharap menemukan wanita yang sholeha dan mandiri, calon istri boleh bekerja (tidak full time) tapi juga tidak melalaikan tugas sebagai istri dan ibu dari anak2, tak ingin pesta pernikahan yang besar2an, dan ingin membina rumah tangga berlandaskan kebersamaan dan mandiri, trauma pada sifat mantan istri yang manja dan egois, sangat terpukul dengan perlakuan dari keluarga mantan istri yang terkesan menjauhkan "Kani" (sang buah hati) dari ayah kandungnya (dia). berusaha bertahan dan istiqomah menjalani masa duda-nya hingga saat ini dengan harapan Allah akan mengganjarnya dengan hadiah seorang istri baru yang sesuai dengan harapannya.
Ya Allah... tolong beri kami solusinya. Kalau dia memang jodohku, mudahkanlah jalan kami untuk bersatu. kalau dia bukan jodohku, berikanlah kami masing-masing jodoh yang sesuai, agar kami mampu menyempurnakan ibadah kami dan tetap menjalin ukhuwah islamiah walaupun kami sudah berada pada jalannya masing-masing... Amin ya Rabbal'alamin.
=====================================================================================
Rabu / 23-01-2013
dear kak oky,
sudah 4 hari adek gk denger suara kakak, adek putuskan tuk nelpon kakak. tapi kenapa kali ini kakak kayak gk semangat gitu sih?? biasanya kakak yang selalu kasih adek semangat, kasih support, kasih wejangan supaya adek bisa bangkit.
dari obrolan semalem, trus terang adek kecewa kak. dari awal kita kenal, sebenarnya adek sudah bertekad mengakhiri petualangan ku. sama seperti dirimu, selama ini ku bertahan bukan hanya untuk mencari kebahagiaan dunia, tp adek juga ingin mencari kebahagiaan akhirat bersama suami yang mampu menjadi imam dunia akhirat bagi adek dan anak2 nantinya.
adek ngerti banget apa yang kakak rasa. perbedaan usia antara kita memang jauh, tapi gk ada yg gk mungkin. selagi rasa saling percaya itu ada, semua bisa kita wujudkan. tapi kalo kakak sendiri gk percaya diri untuk bisa adek hadirkan ke tengah keluarga adek, ya mau gimana lagi???
adek bener2 kecewa, denger kalimat2 semalam. Kakak bener2 bikin adek menangis dr hati. kakak gk ngerti dan gk menghargai keteguhan hati adek. kakak minta adek sabar menunggu, dan berusaha menguatkan hati menghadapi segalanya, semua itu sudah adek lakukan dan adek yakin bisa. tapi sekarang malah kakak yang ragukan semua itu...
sekarang terserah maunya kakak. adek ikuti aja dan adek tunggu kepastiannya. kalo terus menerus seperti ini, jujur adek gk bisa menunggu lama. dan adek bisa pastikan adek akan mundur. mungkin memang benar kita tak berjodoh... walau jauh dalam hati adek, rasa sayang itu masih ada kak.

Posting Komentar