In the story of Mahabharata, PANDAWA LIMA are five princes form Hastinapura Kingdom.
The sons of Pandu Dewanata and Dewi Kunthi.
There are : Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, and Sadewa
===================================================================================
Pandawa adalah bahasa Sanskerta (Pandawa), yang berarti Anak Pandu atau Pandu Dewanata. Salah satu Raja Hastinapura, dalam wiracarita Mahabharata, maka Pandawa putra mahkota kerajaan.
Pandawa adalah protogonis (pelaku baik) sedangkan antagonis (pelaku jelek) adalah para Korawa, yaitu putera Dretarastra, saudara ayah mereka (Pandu). Pandawa merupakan penjelmaan (penitisan) dari para dewa tertentu.
Yudhistira atau Puntadewa si sulung, titisan Dewa Yama / Yamadipati (Dewa Akhirat). Sifatnya bijaksana, tidak memiliki musuh, dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Mempunyai senjata Jamus Kalimasada. Julukan Dhramasuta (puterta Dharma), Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh), dan Bharata (keturunan maharaja Bharata). Ia menjadi seorang Maharaja di Amarta setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan beberapa kerajaan.
Putera kedua adalah Bhima, Sanskerta artinya mengerikan. Disebut juga Wrekudara atau Bratasena. Ia penjelmaan dari Dewa Bayu (Dewa Angin) dengan julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, sakti mandraguna, lengannya panjang, tubuhnya tinggi besar, dan berwajah paling sangar. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik dan jujur. Pandai memainkan senjata Gada Rujakpala. Dengan senjata Kuku Pancanaka.
Arjuna, sanskerta berarti Yang bersinar.
Putra ketiga Kunthi dan Pandu, merupakan penjelmaan dari Dewa Indra(Dewa Perang). Arjuna mahir dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Mempunyai senjata ampuh seperti Keris Pulanggeni dan Sarotama. Arjuna memiliki banyak nama panggilan, misalnya Dhananjaya, Kirti (yang bermahkota indah), Partha (putra Kunthi), atau Permadi, ya Janaka, ya Wibaksuh, ya Pandusiwi, ya Indrayana, ya Kuntadi dan masih ada lagi. Mempunyai wajah yang rupawan dengan sifat yang lemah lembut, bertata karma halus tapi tegas. Sedang saudara tirinya adalah Nakula dan Sadewa ialah putera kembar Dewi Madrim dan Pandu. Ia penjelmaan Dewa kembar Aswin. Sang Dewa Pengobatan. Sadewa lebih kecil dari Nakula. Setelah kedua orangtuanya meninggal, mereka diasuh oleh Kunthi. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Sedang Sadewa ahli ilmu astronomi (perbintangan).
Yudhistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana. Setara dengan Brihaspati, guru para Dewa. Dalam penyamaran, ia berperan sebagai penggembala sapi. Sedang Nakula berperan sebagai pengasuh kuda. Ia giat bekerja dan senang melayanai kakak-kakaknya.
Kelimanya merupakan tokoh penting dalam wiracarita Mahabharata. Perselisihan Pandawa dan Korawa sudah ada sejak anak-anak. Ketika masih dalam satu keluarga besar kerajaan Hastinapura. Dretarastra (Paman Pandawa) yang terlalu mencintai Pandawa dan mengangkat Yudhistrira sebagai putra mahkota, sehingga ia tidak memikirkan perasaan anaknya (Korawa). Walaupun langsung menyesali perbuatannya yang terlalu terburu-buru, hal ini menyebabkan Duryodana(tertua) iri hati dengan Yudhistira dan selalu berusaha untuk menyirnakan para Pandawa.
Awalnya dengan cara menyuruh mereka berlibur ke tempat yangbernama Waranawata. Yang terdapat bangunan yang megah dan membakarnya ditengah malam. Pada saat Pandawa bersaudara sedang terlelap tidur. Yang kemudian terkenal dengan peristiwa Balesigologolo.
Rencana itu dibocorkan oleh Widura, yang juga paman Pandawa. Yang akhirnya selamat dan lari ke hutan. Di hutan rimba, Pandawa bertemu dengan raksasa Hirimba raja Pringgodani, dan adiknya Hirimbi. Kakaknya menyerah oleh Bima, lalu Hirimbi dinikahi. Dari pernikahan itu lahirlah Gathotkaca.
Dalam pelarian itu juga, Pandawa mengetahui akan adanya sayembara panah di kerajaan Panchala. Yaitu barang siapa yang dapat membidik dengan tepat boleh menikahi putri Raja bernama Panchali atau Dropadi. Adapun Arjuna yang berhasil memenangkannya dan diberikan kepada kakaknya Yudhistira.
Di Hastinapura, pamannya (Dretarastra) mengetahui bahwa Pandawa lima ternyata belum mati juga, mengundang mereka untuk kembali ke Hastinapira dan akhirnya Pandawa mau diberikan hadiah berupa tanah dari sebagian kerajaannya. Kemudian Pandawa lima membangun kota hingga menjadi megah dan makmur yang diberi nama Indraprastha. Bersamaan dengan itu, ia pun merencakan sesuatu untuk menjatuhkan Yudhistira dan adik-adiknya. Yang akhirnya Pandawa terjebak dalam kelicikan Duryodana, yaitu main dadu dan sebagai yang kalah Pandawa harus menjalani pengasingan selama empat belas tahun.
Di dalam pengasingan itu, Yudhistira menyusun rencana untuk membalas atas penghinaan yang telah dilakukan Duryodana dan adik-adiknya, yang selanjutnya memicu terjadinya perang besar antara Pandawa dan Korawa serta sekutu-sekutunya atau lebih dikenal dengan istilah Bharatayuddha. Pertempuran sengit yang berlangsung selama 18 hari. Pihak Pandawa maupun pihak Korawa sama-sama memiliki ksatria-ksatria besar dan angkatan perang yang kuat. Pasukan kedua belah pihak hampir gugur semuanya. Yang akhirnya kemenangan berada di pihak pandawa, karena mereka berhasil bertahan hidup sampai berakhirnya perang.
====================================================================================

Posting Komentar